memetakan perjalanan ke depan

  Bagi saya, perjalanan hidup terutama sejak tahun 98an, paska Krisis Moneter menarik ditelusuri, dirangkai dan ditemukan maknanya. Di tahun-tahun tersebut saya memilih ‘pindah jalur’ dari bidang Arsitektur yang dulu ditekuni ke jalur pendidikan. Banyak sekali untaian peristiwa yang kemudian dialami dan saat kemudian terus dirangkai terbaca menjadi proses yang bagi saya menakjubkan – kadang…

kisah dari kandangan : spedagi movement [2/3]

Saya memang suka bersepeda, karenanya sepeda bambu yang dibuat oleh mas Singgih di Kandangan segera menarik minat saya. Saya pikir awalnya Spedagi hanya sebuah produk. Varian produk dari rangkaian produk yang dibuat oleh workshop di Kandangan setelah radio kayu. Sewaktu jumpa mas Singgih di Bumi Langit, Imogiri, mas Singgih menyebutkan tentang ICVR (International Conference on Village Revitalization).…

kata-kata dan enerji

Mohon ijin untuk mulai dengan sebuah kutipan lagi. Baris-baris terakhir dari kutipan di atas ini bilang Words are energy; use them wisely. Kalimat pertama: kata-kata adalah energi semakin saya yakini benar adanya. Setidaknya dari pengalaman berproses di Semi Palar sejak tahun 2004, kalimat di atas terasa betul sebagaimana kata-kata yang banyak kita sebut dalam berwacana, dalam…

perjalanan ke desa kandangan [1/3]

Tulisan ini adalah bagian pertama dari 3 posting yang rencananya dituliskan terkait perjalanan saya dan Rico ke desa Kandangan, Temanggung – di minggu ke dua bulan Maret 2017. Tidak ada peristiwa kebetulan. Semakin diyakini, semakin banyak dialami juga. Berikut kisah perjalanan saya dan Rico ke Kandangan, Temanggung – yang tanpa disadari sudah ‘dimulai’ sejak tahun…

semakin gaduh kehidupan, semakin kita butuh keheningan…

  “Waduh, baru saja tahun baruan, sekarang sudah mau habis bulan Januari!”, beberapa kali saya dengar kata-kata di atas dari berbagai percakapan. Hidup seakan berjalan begitu cepat, kita merasa tergopoh-gopoh menjalaninya. Kita merasa begitu banyak hal yang harus dilakukan atau ingin dilakukan, tapi waktu seakan tidak memberi kesempatan. Seakan segala sesuatu sudah modern, kita semakin banyak punya kemudahan:…

melihat ke belakang realita

Ini cerita dari pengalaman yang sebetulnya sudah cukup lama lewat, tapi buat saya cukup berkesan. Pengalaman di sebuah hari Sabtu di akhir bulan September 2016, saya hadir memenuhi undangan teman2 KPB kelas 10 untuk ikut mengalami ujicoba-simulasi EkoWisata Kampung Sekepicung. Kegiatan ini adalah olahan teman-teman KPB kelas 10 di tahun ini setelah teman2 tahun sebelumnya memfokuskan diri…

Sasikirana : menyaksikan tubuh-tubuh yang bergerak

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri hadir di satu pertunjukkan seni. Sebuah peristiwa kebudayaan yang digelar di Nu’Art Sculpture Park– Ruang Seni milik seniman Nyoman Nuarta. Beliau ini yang terus berproses membangun Garuda Wisnu Kencana di Bali. Seperti halnya teater, dulu dunia kesenian bukan dunia yang akrab buat saya – khususnya seni olah tubuh. Sejak sekitar 16…