kisah dari kandangan : spedagi movement [2/3]

Saya memang suka bersepeda, karenanya sepeda bambu yang dibuat oleh mas Singgih di Kandangan segera menarik minat saya. Saya pikir awalnya Spedagi hanya sebuah produk. Varian produk dari rangkaian produk yang dibuat oleh workshop di Kandangan setelah radio kayu. Sewaktu jumpa mas Singgih di Bumi Langit, Imogiri, mas Singgih menyebutkan tentang ICVR (International Conference on Village Revitalization).…

Titik Balik Peradaban: sebuah catatan

Salah satu buku yang mengubah pemahaman saya secara mendasar mengenai banyak hal adalah buku karya Fritjof Capra* yang berjudul The Turning Point : Science, Society and the Rising Culture. Terjemahan Bahasa Indonesianya berjudul Titik Balik Peradaban. Capra menuliskan bagaimana seorang ilmuwan Newton dan seorang filsuf Descartes, 300 tahun yang lalu menuliskan pemikiran-pemikirannya dan sekarang menjadi dasar pola…

melihat ke belakang realita

Ini cerita dari pengalaman yang sebetulnya sudah cukup lama lewat, tapi buat saya cukup berkesan. Pengalaman di sebuah hari Sabtu di akhir bulan September 2016, saya hadir memenuhi undangan teman2 KPB kelas 10 untuk ikut mengalami ujicoba-simulasi EkoWisata Kampung Sekepicung. Kegiatan ini adalah olahan teman-teman KPB kelas 10 di tahun ini setelah teman2 tahun sebelumnya memfokuskan diri…

Sasikirana : menyaksikan tubuh-tubuh yang bergerak

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri hadir di satu pertunjukkan seni. Sebuah peristiwa kebudayaan yang digelar di Nu’Art Sculpture Park– Ruang Seni milik seniman Nyoman Nuarta. Beliau ini yang terus berproses membangun Garuda Wisnu Kencana di Bali. Seperti halnya teater, dulu dunia kesenian bukan dunia yang akrab buat saya – khususnya seni olah tubuh. Sejak sekitar 16…